“Sektor pakan kami melakukan pengembangan pakan ikan ramah lingkungan. Pakan ini tidak jatuh ke dasar perairan, tapi mengapung. Inovasi lainnya membuat pakan yang rendah Phospor, serta mengajarkan kepada para pembudidaya mengenai feeding management yang baik,” ujar Perwakilan Pengurus Gabungan Perusahaan Makana Ternak (GPMT), Anang Hermanta, di Forum Aquatica Asia dan Indoaqua 2018, Jumat (30/11/2018).
Dari segi bahan baku pakan, GPMT mengoptimalkan tepung ikan lokal. Untuk masalah ketersediaan bahan baku lainnya Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) berkolaborasi dengan Kementerian Pertanian untuk menyediakan ketersediaan bahan baku dari sektor pertandan seperti dedak padi, gaplek agar dijamin produksinya di dalam negeri.
“Evaluasi empat tahun terakhir memang pertumbuhan pabrik pakan. Tepung Ikan juga semakin bisa diproduksi dalam negeri. Sehingga bisa membuat Pakan yang terjangkau Tapi berkualitas. Peningkatan ini tentunya harus kita maksimal kan,” ungkapnya.
Sementara itu Dirjen Perikanan Budidaya KKP Slamet Seobijakto mengatakan, pihaknya bermitra dengan berbagai Asosiasi termasuk pabrik Pakan untuk menekan harga Pakan. Karena Pakan merupakan 80 persen kebutuhan Produksi budiaya Ikan. “Selain terus meningkatkan pakan mandiri, kita juga selalu menghimbau agar pabrik pakan terus meningkatkan kualitas tapi tetap dengan harga terjangkau dan ramah lingkungan,” katanya. 

indopos.co.id